Lipid dan Kesehatan 41160031

High Blood Cholesterol and Lipid Disorder

(Kadar Kolesterol Darah dan Gangguan karena Lemak)

By : Tim Jewell

Medical Reviewed by : Steven Kim, MD

2 November 2015

 

Kolesterol dalam tubuh dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

  1. High-Density Lipid (HDL), biasa disebut “kolesterol baik” yang memiliki dampak melindungi jantung, misalnya membawa kolesterol berbahaya keluar dari arteri.
  2. Low-Density Lipoprotein (LDL), biasa disebut “kolesterol jahat” yang akan berikatan dengan lemak atau zat lain dan menyebabkan penyumbatan pada arteri.

Penyebab tingginya kadar kolesterol dan trigliserida dapat disebabkan karena kondisi medis (penderita diabetes, sindrom cushing, dll.), cara diet yang salah, makanan yang mengandung lemak jenuh (banyak ditemukan pada produk makanan dari hewan seperti keju, mentega, dll. serta dari tumbuhan seperti minyak kelapa), serta trans-fat atau lemak-trans (sudah mengalami proses hidrogenesis), selain itu kurang berolahraga, merokok, dan riwayat penyakit keluarga. Intinya, faktor-faktor diatas menyebabkan meningkatnya kadar LDL (kolestrol jahat) pada tubuh. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida yang dialami seseorang tidak memiliki gejala-gejala, gejala dapat dirasakan setelah adanya komplikasi.

Kolesterol dan trigliserida dalam darah dapat diketahui melalui tes darah yang disebut lipid profile atau lipid panel, dimana pasien akan diminta untuk berpuasa dan hanya minum air putih kira-kira 10-12 jam sebelum tes. Kadar kolesterol dalam darah harusnya tidak lebih dari 200 mg/dL.

Cara mengobatinya dapat dilakukan dengan berolahraga dan meminum obat ataupun suplemen. Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dapat dicegah dengan proporsi dan pilihan makanan yang benar dan berolahraga.

sumber : http://www.healthline.com/health/high-cholesterol/lipid-disorder

 

Saya setuju dengan pernyataan di atas mengenai penggolongan kolesterol. Tidak semua kolesterol itu merugikan. Dokter menyarankan untuk meningkatkan kadar HDL atau “kolesterol baik” daam darah untuk membantu mengurangi LDL atau “kolesterol jahat”. Kolesterol merupakan lemak berwarna kuning seperti lilin yang dapat banyak ditemukan pada liver. Senyawa lemak kompleks ini yang dihasilkan oleh tubuh memiliki berbagai macam fungsi seperti, membuat hormon sekes , hormon korteks adrenal, dll. Kelebihan kolesterol jahat atau LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan dan mengendapnya kolesterol jahat pada pembuluh darah (atherosklerosis). Namun dengan adanya HDL dapat mencegah terjadinya penumpukan dengan cara membawa kelebihan kolesterol jahat keluar dari arteri untuk diproses dan dibuang. Kadar kolesterol jahat yang tinggi pada darah atau aliran darah dapat menyebabkan penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah dan kurangnya suplai darah.

Kolesterol tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dihasilkan oleh tubuh di liver yag kemudian akan diedarkan ke seluruh ttubuh bersama trigliserida. Faktor-faktor risiko tingginya kadar kolesterol dapat disebabkan dari pola hidup (merokok, pola makan, dan olahraga), obesitas atau kegemukan, dan pengaruh keturunan). 

 

Nilawati, Sri. 2008. Care Yourself Kolesterol. Niaga Swadaya : Jakarta

Tisnadjaja, Djajat. Bebas Kolesterol & Demam Berdarah. Niaga Swadaya : Jakarta

 

Lemak dan Kesehatan 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s